Salah seorang warga mengatakan, kondisi jalan sebelumnya cukup memprihatinkan, terlebih saat musim hujan. Hal itu kerap menyulitkan petani membawa hasil panen dan berdampak pada biaya serta waktu tempuh.
“Melalui gotong royong ini, kami berharap jalan bisa lebih layak dilewati sehingga aktivitas pertanian menjadi lebih lancar dan ekonomi warga meningkat,” ujarnya.
Meski dibangun secara swadaya, warga berharap ke depan pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih, baik melalui program peningkatan infrastruktur maupun bantuan lanjutan agar jalan akses tani tersebut dapat dibangun secara permanen dan berkelanjutan.
Pembangunan jalan akses tani ini menjadi bukti bahwa dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, masyarakat desa mampu berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan bersama.(Alhairin)


